Beranda > Serba-serbi Motor, Wisata > Jalur Alternatif: Banyumas – Sampang/Jatilawang/Wangon

Jalur Alternatif: Banyumas – Sampang/Jatilawang/Wangon

Kemarin waktu mau ke rumah mertua di Wangon, iseng-iseng saya dari Banyumas mencoba jalur alternatif via tepi sungai serayu. Jalur ini mungkin bagi warga lokal sudah sangat familiar, tapi tidak ada salahnya jika info ini mungkin bermanfaat bagi para pemudik yang ingin mencari jalur alternatif akibat kemacetan atau ingin mencari suasana baru dalam menjelajah.

Jika berangkat dari Banyumas maka rute perjalanan akan melewati jalanan tepi sungai serayu. Kondisi jalan update per 17 Agustus 2012: 60% masih rusak sedang, 25% rusak ringan dan 15% jalan dengan lapisan aspal baru.

bukalapak.com

Desa Kalisube adalah daerah pertama yang akan kita lewati, di sini kondisi jalan termasuk kategori ringan-sedang–kendaraan roda 4 kecil bisa masuk berjejeran. Jika ingin membeli oleh-oleh khas Banyumas MINO-NOPIA di desa inilah sentra produksinya, silahkan mampir di beberapa rumah-rumah produksinya (terdapat plang namanya).

Dari Desa Kalisube kita akan memasuki Desa Papringan, di jalur ini sebelah tepinya kita bisa melihat langsung Sungai Kali Serayu. Kondisi jalan disekitar daerah ini sebagian rusak sedang namun sebagiannya lagi sekitar sepanjang 2km jalan sudah mengalami pelapisan ulang aspal.

Setelah itu kita akan melewati daerah Mandirancan (wilayah Kecamatan Kebasen), dari situ kita akan menjumpai pertigaan kalau mengambil kanan (utara) maka kita akan menuju Pasar Patikraja. Untuk menuju ke Sampang kita ambil jalur yang lurus (ada plang peunjuk arah).

Masuk daerah Mandirancan-Tumiyang-Gambarsari kita akan diberikan sensasi jalan yang berkelok-kelok engan kondisi aspal yang cukup bagus. Jangan lupa memberikan sign/klakson di kelokan yang cukup tajam / blindspot. Di daerah Gambarsari kita bisa berhenti sejenak untuk melihat salah satu icon bangunan Banyumas yaitu Bendungan Gerak Serayu, di bendungan inilah debit air sungai Serayu di kontrol hingga menuju Banyumas.

Tidak sampai 1 km kita akan bertemu perempatan Polsek Kebasen, nah untuk menuju Jatilawang/Wangon kita ambil arah ke kanan (utara) dan mengikuti jalan sekitaran Desa Cindaga, jalan ini cukup sempit namun bus mini 3/4 ternyata juga masuk. Setelah melewati jalur pedesaan ini kita akan keluar di perlinatasan jalan provinsi Cilacap-Banyumas daerah Cindaga, untuk menuju Jatilawang/Wangon kita ambil arah kanan dan kita tinggal mengikuti jalan besar tersebut.

Demikian hasil review super mini touring Banyumas-Wangon via jalur alternatif, semoga berguna.

About these ads
  1. 20 Agustus 2012 pukul 20:51

    nah untuk
    menuju Jatilawang/Wangon kita ambil arah
    ke kanan (utara)
    .
    .

    .
    Kanan ki dudu barat to?

  2. 20 Agustus 2012 pukul 20:54

    Prapatan kebasen, kanan = barat.
    Pertigaan Cindaga, kanan = utara

  3. 20 Agustus 2012 pukul 21:52

    He.he iya cokan bingung koh… sing penting nganan :D

  4. 3 September 2012 pukul 11:54

    pernah lewat ini mas.. jadi inget ketika dinas disana tahun 2009 kemaren.

  5. 4 Februari 2013 pukul 17:58

    Kayane nyong ngerti dalan kuwe kabeh,,kuwe dalan trobosan maring banyumas mbok,,,salam kenal gan,,,ane newbie wangon,,,,

  6. 18 Maret 2013 pukul 08:54

    blogwalking, met kenal, thanks

  7. 11 Mei 2013 pukul 21:54

    btw.. jembatannya dulu ga ada traffic lightnya, trus tahun 2009 sebelum balik Jatim dah kepasang. btw masih ada yang suka balapan burung dara gak ya disana?

  8. sigit
    20 Juli 2014 pukul 15:05

    Wong jatilawang

  1. 20 Agustus 2012 pukul 13:29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 119 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: